Rabu, 26 Desember 2012

REVIEW JURNAL EKONOMI KOPERASI 2(BAGIAN 1)

REVIEW 4 

PENGARUH SIKAP WIRAUSAHA MANAJAER DAN PARTISIPASI ANGGOTA TERHADAP IMPLEMENTASI STRATEGI PEMASARAN PRODUK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KINERJA USAHA KOPERASI



KARTIB BAYU


Kinerja usaha koperasi yang unggul terwujud jika sikap wirausaha manajer positif, tingkat partisipasi yang aktif dan strategi pemasaran dapat diimplementasikan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kejelasan mengenai profil sikap wirausaha manajer, partisipasi anggota, implementasi strategi pemasaran, dan profil kinerja usaha koperasi. Serta untuk memperoleh kejelasan hubungan sikap wirausaha manajer dan partisipasi anggota dan pengaruhnya terhadap implementasi strategi pemasaran dan implikasinya terhadap kinerja usaha koperasi. Metode penelitian yang digunakan descriptive research dan verificative research. Jenis data yang digunakan cross sectional, unit analisisnya Koperasi Unit Desa (KUD) dengan responden manajer 109 orang, pengurus 109 orang dan anggota 218 orang. Untuk menguji hipotesis digunakan statistik multivariat dengan alat uji Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sikap wirausaha manajer KUD di Jawa Barat kecenderungan sudah positif. Partisipasi kecenderungan sudah aktif. Implementasi strategi pemasaran kecenderungan belum baik. Kinerja usaha koperasi pada KUD di Jawa Barat kecenderungan sudah baik. Sikap wirausaha manajer mempunyai hubungan yang erat dengan partisipasi anggota. Sikap wirausaha manajer dan partisipasi anggota baik secara parsial maupun secara simultan berpengaruh terhadap implementasi strategi pemasaran. Sikap wirausaha manajer dan partisipasi anggota baik secara parsial maupun secara simultan berpengaruh terhadap kinerja usaha koperasi. Implementasi strategi pemasaran berpengaruh terhadap kinerja usaha koperasi
Keywords : Attitude, Manager Entrepreneurial, Member,s Participation, Imple-mentation of Marketing Strategy and Cooperative Business Performance.


PENDAHUUAN

Pembangunan koperasi di Jawa Barat, tidak terlepas dari dinamika pengembangan Koperasi Unit Desa (KUD). Dimana KUD ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat di pedesaan. Namun dengan berbagai
kendala yang dihadapi, KUD belum mampu mengangkat derajat perekonomian masyarakat di pedesaan dan masih tergolong lemah. Perbandingan keadaan KUD dan Non KUD di Provinsi Jawa Barat seperti pada Tabel 1.


Fenomena keberadaan KUD di tengah gerakan koperasi nasional sudah menonjol sejak awal orde baru. KUD yang banyak didukung oleh pemerintah merupakan pusat pelayanan masyarakat desa, mengemban tugas untuk meningkatkan status ekonomi pedesaan yang didukung dengan Inpres No. 4 Tahun 1973 tentang perubahan dari Badan Usaha Unit Desa (BUUD) menjadi Koperasi Unit Desa, yang bertugas untuk mengelola perekonomian di pedesaan. Koperasi-koperasi pedesaan yang yang mempunyai kegiatan usaha digabungkan dalam bentuk amalgamasi dengan tujuan bahwa dengan amalgamasi/penyatuan koperasi akan dapat menyeragamkan usaha-usaha koperasi di pedesaan.
Langkah-langkah pengembangan KUD disesuaikan lagi dengan dengan kebijakan pemerintah yang diatur dalam Inpres 2 Tahun 1978. yang insinya bahwa dalam wilayah satu kecamatan hanya terdapat satu KUD, terkecuali atas persetujuan menteri dapat didirikan lebih dari satu. Jika dalam wilayah kecamatan telah terdapat lebih dari satu KUD termasuk jenis koperasi lain, maka dilakukan penyatuan atau amalgamasi ke dalam bentuk KUD baru.
Dalam perkembangannya dikeluarkan lagi Inpres No. 4 Tahun 1984 yang isinya meliputi : 1). KUD dibentuk oleh warga desa dari suatu desa atau
sekelompok desa-desa yang disebut unit desa, yang dapat merupakan satu kesatuan ekonomi masyarakat terkecil. 2). Pengembangan KUD diarahkan agar KUD dapat menjadi pusat pelayanan kegiatan perekonomian di daerah pedesaan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional, dan dibina serta dikembangkan secara terpadu melalui program lintas sektoral.
Seiring dengan proses reformasi politik dan ekonomi, hak monopoli KUD di pedesaan dihapuskan dengan keluarkannya Inpres Nomor 18 Tahun 1998. Konsekuensinya, KUD dipaksa untuk mandiri dan sekaligus harus siap berkompetisi dengan pendatang baru pelaku ekonomi pedesaan lainnya, sehingga KUD yang mapan dan mandiri yang bisa bertahan, banyak KUD yang mengalami kesulitan. Pada KUD di Jawa Barat terkena dampaknya yaitu sebanyak 139 dari 586 unit KUD sampai dengan akhir Tahun 2006 menghentikan kegiatannya.
Jumlah dan keanggotaan KUD di Provinsi Jawa Barat merupakan terbanyak di Indonesia. Disamping itu KUD di Jawa Barat mampu menyerap tenaga kerja paling banyak diantara jenis koperasi yang ada. Kegiatan usaha KUD banyak bergerak pada sektor usaha primer di pedesaan seperti pertanian tanaman pangan, tanaman hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan sebagai basis perokonomian di pedesaan, sehingga peran dan keberhasilanKUD berdampak luas pada dinamika perekonomian masyarakat pedesaan.
Berdasarkan fenomena diatas maka permasalah dapat dirmuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana profil sikap wirausaha manajer, partisipasi anggota, implementasi strategi pemasaran dan kinerja usaha koperasi pada KUD di Jawa Barat.
2. Bagaimana hubungan sikap wirausaha manajer dan partisipasi anggota pada KUD di Jawa Barat.
3. Sejauh mana pengaruh sikap wirausaha manajer dan partisipasi anggota terhadap implementasi strategi pemasaran baik secara parsial maupun secara simultan pada KUD di Jawa Barat.
4. Sejauhmana pengaruh sikap wirausaha manager dan partisipasi anggota terhadap kinerja usaha koperasi baik secara parsial maupun secara simultan pada KUD di Jawa Barat.
5. Sejauhmana pengaruh implementasi strategi pemasaran terhadap kinerja usaha koperasi pada KUD di Jawa Barat.

METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif (descriptive research) dan penelitian verifikatif (verificative research). Unit analisisnya Koperasi Unit Desa (KUD) di Provinsi Jawa Barat. Unit observasinya adalah manajer, pengurus dan anggota. Penentuan lokasi sampel dilakukan dengan cluster random sampling, sedangkan penentuan unit analisis (KUD) dilakukan dengan rancangan acak sederhana (simple random sampling). Ukuran sampel keseluruhan Manajer 109 responden, pengurus 109 responden, dan anggota sebanyak 218 Responden, total 436 orang responden. Untuk pengujian dan pengolahan data dialalukan dengan analisis dskriptif dan menggunakan analisis Structural Equation Model (SEM).


Nama           : Tri Yusnia Efendi
Kelas/NPM : 2EB09/27211179
Tahun          : 2011-20012



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar