Rabu, 26 Desember 2012

REVIEW JURNAL EKONOMI KOPERASI 5(BAGIAN 1)

REVIEW 11

ANALISIS DAN PERANCANGAN 
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI dI KOPERASI JASA KEUANGAN SYARIAH BMT NUR ABABIL WONOGIRI

diajukan oleh: Setiawan Budi Santoso
09.22.1095



ABSTRACT
Operational issues in the cooperativeFinancial Services Nur Syariah BMT Nur AbabilWonogiri,It lies in the process of bookkeeping and preparing reports. Irregular bookkeeping process and trigger the emergence of inefficient operational problems that could hinder the development of cooperatives . if the cooperative does not respond to this problem, the cooperative will have difficulty due to the increasing data that must be addressed as a consequence of the increase in members and transaction. This accounting information systemis the right solution for the problems facing the cooperative.
Analysis and Design of Accounting Information Systems in Cooperative Financial Services Nur Ababil Wonogiri BMT Shariah is the Islamic financial institution or the islamic financial services cooperatives engaged in the provision of credit and saving services to members, client or customers. Deposit products include PublicDeposits, Term Deposits, Deposits Principal, Principal Special Murobahah, Ijaroh, Qordh, Hiwalah, and Wakalah
Key words: System of Accounting , Finance


1. Pendahuluan
Kemajuan ilmu teknologi yang berkembang dengan cepat dan semakin marak diseluruh dunia, memungkinkan masyarakat dunia untuk menikmati berbagai kemudahan yang dihasilkan oleh teknologi. Untuk mendapatkan informasi yang berkualitas, perlu dibangun sebuah sistem informasi sebagai media pembangkitnya. Sistem informasi merupakan cara untuk menghasilkan informasi yang berguna. Informasi yang berguna akan mendukung sebuah pengambilan keputusan bagi pemakainya.
Keterlambatan sering terjadi dalam memproses laporan keuangan harian, mingguan, bulanan maupun tahunan karena penumpukan pemrosesan pembuatan laporan yang masih dilakukan secara tradisional/manual, juga yang ada data harus dicatat atau diproses berulang kali dalam upaya menyusun laporan keuangan.
Akibat dari banyaknya kompetitor dalam era globalisasi ini mengharuskan Lembaga keuangan agar mengatasi masalah keuangan untuk mencegah berkurangnya produktivitas perusahaan dengan menggunakan sistem informasi akuntansi yang terkomputerisasi. Dan bagi Lembaga keuangan yang mempunyai nasabah yang cukup besar ini juga menjadi masalah yang harus dipecahkan yaitu dengan database sistem informasi akuntansi.
BMT Nur Ababil merupakan lembaga keuangan syariah atau Koperasi Jasa Keuangan Syariah yang bergerak dibidang penyediaan layanan kredit dan tabungan bagi anggota-anggota atau nasabah-nasabahnya. Produk Simpanan antara lain Simpanan Umum, Simpanan Berjangka, Simpanan Pokok, Simpanan Pokok Khusus dan simpanan Wajib sedangkan produk pinjaman antara lain Mudhorobah, Murobahah, Ijaroh, Qordh, Hiwalah dan Wakalah.
Setidaknya KJKS BMT Nur Ababil dengan kemampuan sumber daya yang dimilikinya menjadi alternatif baru penyedia jasa keuangan syariah selain lembaga keuangan lain seperti bank-bank umum. Oleh karena itu sumber daya manusia dalam perusahan harus ditunjang salah satunya dengan memakai sistem informasi terkomputerisasi untuk mengolah data-data keuangan sehingga mempermudah dalam penolahan data-data keuangan dan proses pelaporan keuangan kepada anggota, pengurus dan pengelola lembaga sehingga produktivitas lembaga tetap terjaga.
Sistem Informasi Keuangan yang sedang berjalan pada KJKS BMT Nur Ababil masih menggunakan cara manual. Untuk mempermudah dan mengakuratkan proses perhitungan proses-proses keuangan disarankan agar perusahaan menerapkan sistem informasi yang terkomputerisasi.
Oleh karena itu penulis membuat dan menyusun sistem ini dengan tujuan membantu KJKS BMT Nur Ababil dalam mengontrol dan mendukung keseluruhan aktifitas dan kinerja sumber daya manusia dengan harapan mempermudah lembaga dalam memproses laporan-laporan keuangan dengan tepat dan akurat. Sistem Informasi akuntansi merupakan salah satu teknologi informasi yang diharapkan bisa memberikan kemudahan dalam mengelola data keuangan di KJKS BMT Nur Ababil dan dimana sistem ini setelah dirancang akan dibangun menjadi aplikasi komputer untuk membantu proses transaksi dan proses pelaporan keuangan menjadi informasi untuk membantu Pengelola dan Pengurus dalam kebijakan lembaga.
Berdasarkan masalah diatas, maka judul yang tepat untuk Skripsi ini adalah “Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Akuntansi di Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah BMT Nur Ababil Wonogiri”.

2. Landasan Teori
2.1 Pengertian Sistem Informasi
Terdapat dua kelompok pendekatan di dalam mendefinisikan sistem, yaitu menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya. Pendekatan sistem lebih menekankan pada prosedur menurut Jerry Fitz Gerald (1981, h.5),, mendefenisikan sistem sebagai berikut ini : “Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.”
Pendekatan sistem yang merupakan jaringan kerja dari prosedur lebih menekankan urut-urutan operasi di dalam sistem.prosedur di definisikan oleh Richard F. Neuschel (1971, h.2), sebagai berikut : “ Suatu prosedur adalah suatu urut-urutan operasi klerikal ( tulis-menulis ), biasanya melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi. “

2.2 Pengertian Informasi
Menurut kusrini (2007, h.7), Informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi.
Berbeda dengan data yang sering disalahartikan sebagai informasi. Data adalah fakta atau kejadian mengenai objek tertentu yang belum memiliki nilai. Data yang telah diolah menjadi informasi akan menjadi bernilai. Ukuran informasi yang benrilai adalah apabila manfaat yang didapatkan dari informasi tersebut lebih besar daripada biaya untuk mendapatkannya.

2.3 Siklus Akuntansi
Pencatatan akuntansi dilakukan secara bertahap melalui siklus akukntansi. Proses tersebut terus menerus dan berulang, sehingga prosesnya bertahap dan berputar.
Dalam buku yang berjudul Akuntansi Suatu Pengantar, mendefinisikan siklus akuntansi sebagai berikut: ”Tahap-tahap kegiatan dalam proses pencatatan dan pelaporan akuntansi, mulai dari terjadinya transaksi sampai dibuatnya laporan keuangan”. ( Soemarso SR, 2004:110)
Dalam buku yang berjudul Sistem Informasi Akuntansi I, mendefinisikan siklus akuntansi sebagai berikut: ”Siklus akuntansi merupakan suatu proses atau kegiatan pencatatan, analisis, pengikhtisaran, dan pelaporan yang terjadi di bagian akuntansi”. ( Dr. La Midjan dan Azhar Susanto, 2001:72)
Dalam buku yang berjudul Akuntansi Pengantar Pendekatan Terpadu, menyebutkan bahwa: ”Siklus akuntansi adalah tahap-tahap yang dilalui dalam melakukan aktivitas pencatatan transaksi bisnis sampai disusun laporan keuangan”. ( Achmad Tjahjono dan Sulastiningsih, 2003:62)
Berdasarkan ketiga definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa siklus akuntansi merupakan tahap-tahap kegiatan dalam proses pencatatan, pengikhtisaran dan pelaporan di bagian akuntansi, mulai dari terjadinya transaksi, pencatatan, pengikhtisaran sampai dengan dibuatnya laporan keuangan. Siklus Akuntansi dalam buku yang berjudul Akuntansi Pengantar Pendekatan Terpadu, dapat dilihat pada gambar 2.2. terdiri dari:
1. Analisis Transaksi Bisnis
2. Pencatatan Pada Buku Jurnal
3. Posting Ke Buku Besar
4. Penyesuaian Daftar Saldo
5. Penyesuaian
6. Daftar Saldo Penyesuaian
7. Penyesuaian Laporan Keuangan
8. Penutup Buku Besar
9. Daftar Saldo Setelah Penutupan.


Gambar 2.2 Siklus Akuntansi (Achmad Tjahjono dan Sulastiningsih, 2003:45)

Berikut penjelasan masing-masing langkah dalam siklus akuntansi pada gambar 2.2 :

1. ANALISIS TRANSAKSI BISNIS
Transaksi bisnis merupakan kejadian ekonomi yang secara langsung berpengaruh terhadap posisi keuangan atau hasil operasi perusahaan. Transaksi bisnis kemudian didokumentasikan dalam bentuk bukti-bukti transaksi.
Contoh: Setoran simpanan atau pinjaman yang disertai dengan slip bukti transaksi
2. PENCATATAN PADA BUKU JURNAL
Akuntansi membutuhkan sebuah catatan setiap transaksi bisnis secara kronologis atau sesuai dengan tanggal terjadinya. Daftar yang menyajikan informasi transaksi secara
kronologis ini disebut dengan jurnal. Proses pencatatan transaksi pada jurnal disebut dengan penjurnalan (journalizing).
Contoh: Semua transaksi dijurnal per tanggal dan per sandi sesuai buku besar.
3. POSTING KE BUKU BESAR
Posting adalah proses pemindahan (pentransferan) ayat-ayat jurnal dari jurnal ke akun buku besar. Posting dilakukan secara otomatis pada saat jurnal transaksi dilakukan.
Contoh: Ketika melakukan transaksi maka secara otomatis akan mengubah neraca dan buku besar.
4. PENYUSUNAN DAFTAR SALDO
Setiap transaksi dicatat dengan melibatkan sisi debit dan sisi kredit, dan pada akun buku besar total debit harus sama dengan total kredit. Sehingga diperlukan daftar semua saldo akun untuk melihat total saldo debit akun sama dengan total saldo kreditnya. Daftar ini dinamakan dengan Daftar Saldo atau Neraca Saldo.
5. PENYESUAIAN
Beberapa akun dalam daftar saldo belum menunjukkan informasi yang up to date (terkini). Karena beberapa informasi baru dapat diketahui pada akhir tahun, melalui analisis terhadap keadaan pada akhir periode. Jurnal yang digunakan untuk menyesuaikan akun agar menjadi up to date disebut dengan jurnal penyesuaian.
6. DAFTAR SALDO DISESUAIKAN
Setelah penyesuaian dicatat dan diposting ke akun buku besar, daftar saldo disesuaikan disiapkan. Dalam daftar saldo disesuaikan, besarnya saldo setiap akun sudah menunjukkan kondisi yang mutakhir.
7. PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN
Penyusunan laporan keuangan diawali dengan menyiapkan laporan rugi-laba. Laba atau rugi bersih kemudian digunakan untuk menyusun laporan ekuitas pemilik. Laporan ekuitas pemilik menyajikan saldo modal akhir perioda, yang diperlukan untuk menyusun neraca. Laporan keuangan ini disusun dari daftar saldo setelah penyesuaian.
8. PENUTUPAN BUKU BESAR
Penutupan buku besar akan menjadikan semua saldo akun pendapatan, beban, dan prive bersaldo nol. Ayat jurnal yang dibuat untuk menutup akun nominal ini disebut dengan jurnal penutup (Closing Entries). Akun-akun pendapatan umumnya mempunyai saldo debit, sedangkan akun beban dan prive mempunyai saldo kredit.
9. DAFTAR SALDO SETELAH PENUTUPAN
Setelah proses penutupan buku besar langkah berikutnya adalah mempersiapkan daftar saldo setelah penutupan (post closing trial balance). Pembuatan Daftar Saldo Setelah Penutupan bertujuan untuk menguji apakah penutupan buku telah dilakukan secara benar. Daftar Saldo Setelah Penutupan hanya berisi semua akun riil (akun Aktiva, Kewajiban dan Ekuitas Pemilik).


Nama           : Tri Yusnia Efendi
Kelas/NPM : 2EB09/27211179
Tahun          : 2011-20012

REVIEW JURNAL EKONOMI KOPERASI 2(BAGIAN 2)


REVIEW 5

PENGARUH SIKAP WIRAUSAHA MANAJAER DAN PARTISIPASI ANGGOTA TERHADAP IMPLEMENTASI STRATEGI PEMASARAN PRODUK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KINERJA USAHA KOPERASI


KARTIB BAYU



HASIL DAN PEMBAHASAN

Profil Sikap Wirausaha Manajer, Partisipasi Anggota, Implementasi Strategi Pemasaran dan Kinerja Usaha Koperasi

Profil Wirausaha Manajer
Sikap wirausaha manajer pada KUD di Jawa Barat kecenderungan sudah positif. Namun demikian sikap wirausaha tersebut masih bervariasi, hal ini ditunjukan masih adanya sikap wirausaha manajer yang netral dan negatif. Terjadinya perbedaan sikap pada Manajer tersebut sesuai dengan pendapat Bilson Simamora (2004 : 180) bahwa sikap seseorang bisa terjadi perbedaan dengan orang lain, hal ini dikarenakan tingkat kebutuhan setiap manajer berbeda, persepsi terhadap realitas yang dihadapi berdasarkan persepsi masing-masing dan adanya perbedaan dalam pengolahan pengalaman langsung yang mereka alami.
Sikap wirausaha manajer dengan kecenderungan positif merupakan dasar bagi manajer untuk mengelola usahanya. Sesuai dengan pendapat Mueller (1996 : 9), bahwa sikap seseorang yang positif, dimungkinkan untuk mengekspresikan nilai-nilai yang diyakininya, artinya setiap orang akan berusaha untuk menterjemahkan nilai-nilai yang diyakininya ke dalam kontek sikap yang lebih nyata. Selanjutnya Mueller (1996 : 7) menyatakan bahwa Sikap yang diikuti dengan keyakinan ada kecenderungan orang akan menyukai dan cenderung mempunyai kepercayaan yang positif tentang objek dan akan merealisasikan kecenderungan kecenderungan atau keinginan-keinginannya ke dalam perilaku yang positif. Sedangkan Menurut Winardi (2004 : 217) seorang manajer bersikap negatif disebabkan adanya pengalaman pahit masa lalu dan tidak terpenuhinya harapan untuk memenuhi kebutuhannya.
Tri Dayakisni Hudaniah (2004 : 95 ) menyatakan bahwa sikap merupakan fungsi dari keyakinan tentang kemungkinan timbulnya konsekuanesi bila seseorangakan menentukan sikapnya baik positif maupun negatif dan akan mewujudkan dalam perilakunya maka pribadinya akan mengevaluasi terhadap konsekuensi yang mungkin timbul.

Profil Partisipasi Anggota
Partisipasi anggota pada KUD di Jawa Barat kecenderungan sudah aktif. Namun demikian tingkat partisipasi anggotanya masih bervariasi, yang ditunjukkan dengan masih adanya KUD dengan tingkat partisipasi anggota yang kurang aktif, pasif dan bahkan ada sangat pasif. Terjadinya perbedaan ini sesuai dengan pendapat Ropke (2003 : 53) bahwa tingkat partisipasi ditentukan oleh karakteritik anggota, manajemen dan program yang dilaksanakan oleh koperasi.
Menurut Bayu Krisnamurthi (2002 : 5) Keterlibatan anggota dengan koperasi karena pertimbangan rasional yang melihat koperasi mampu memberikan pelayanan yang lebih baik. Koperasi yang telah berada pada kondisi ini dinilai berada pada tingkat yang lebih tinggi dilihat dari perannya bagi anggota dan masyarakat.
Tingkat partisipasi anggota KUD di Jawa Barat dengan kecenderungan sudah aktif, merupakan dasar dan kekuatan untuk meningkatkan kinerja usaha koperasi. Sesuai dengan pendapat Hanel (2005 : 79) Para anggota koperasi memiliki hak dan kesempatan serta termotivasi dan sanggup untuk berpartisipasi dalam mengambil keputusan mengenai tujuan yang hendak dicapai, berpartisipasi dalam pemupukan modal dan partisipasi dalam pemanfaatan pelayanan yang diberikan koperasi untuk mewujudkan tujuan koperasi yang telah ditentukan.
Menurut Ropke (2003 : 41) bahwa partisipasi anggota dibutuhkan untuk mengurangi kinerja koperasi yang buruk, mencegah penyimpangan dan membuat pengurus atau manajemen lebih bertanggung jawab. Selanjutnya Menurut Tiktik Sartika Partomo, (2004 : 82) bahwa Koperasi dikelola untuk meningkatkan manfaat atau kepentingan para anggotanya
dengan menggunakan metode yang khusus untuk mengoptimalkan kebutuhan anggotanya dan memberikan balas jasa berdasarkan partisipasi anggota pada koperasi dan memberikan pelayanan tambahan yang lebih baik.

Profil Strategi Pemasaran Produk
Implementasi strategi pemasaran pada KUD di Jawa Barat kecenderungan masih kurang baik, artinya strategi pemasaran yang telah dibuat kurang dapat diimplemtasikan dengan baik. Hal ini perlu dicermati karena kemungkinan dalam implementasinya terdapat kendala atau masalah sehingga implementasinya tidak sesuai dengan harapan. Sesuai dengan pendapat Kusnadi dan Agustina Hanafi (1999 : 382 - 385) bahwa pada umumnya masalah yang dihadapi dalam implementasian strategi yaitu implementasi berjalan lebih lambat dari perencanaan awalnya, muncul masalah-masalah utama yang tidak terduga, kurangnnya kemampuan para karyawan yang terlibat dalam implementasi strategi, tidak terkendalinya faktor-faktor lingkungan eksternal, tidak memadainya kepemimpinan dan pengarahan dari para manajer dan tidak memadainya pemantauan aktivitas oleh sistem informasi yang dimiliki.
Implementasi pemasaran yang kurang baik akan menentukan keberhasilan usaha KUD. Sesuai dengan pendapat Craven (2006 : 153) bahwa implementasi strategi pemasaran akan menentukan hasil dari perencanaan pemasaran. Rencana implementasi yang baik memperlihatkan aktivitas yang akan diimplementasikan.

Profil Kinerja Usaha Koperasi
Kinerja usaha KUD di Jawa Barat kecenderungan sudah baik, namun jika di lihat per KUD kinerja usahanya masih bervariasi, hal ini ditunjukkan dengan masih adanya kinerja usaha KUD yang kurang baik, buruk dan bahkan sangat buruk. Terjadinya variasi kinerja usaha disebabkan adanya perbedaan kemampuan KUD dalammenghasilkan kinerja usaha yang baik. Sesuai dengan pendapat Robbins (2001 :187) bahwa kinerja merupakan fungsi dari kemampuan, motivasi, dan kesempatan. Secara fisiologis, kemampuan (ability), pegawai terdiri dari kemampuan potensi (IQ) dan kemampuan reality (job knowledge dan skill), artinya pegawai yang memiliki IQ diatas rata-rata dengan pendidikan yang memadai untuk jabatan dan keterampilan dalam pekerjaannya sehari-hari maka ia akan lebih mudah mencapai kinerja yang diharapkan.
Melcher (1994 : 44) menyatakan bahwa diantara faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi dan efektifitas organisasi adalah pola-pola perilaku yang muncul. Walaupun dua buah organisasi beroperasi pada lingkungan yang sama, memakai peralatan yang sama, dan menguasai teknologi yang sama, persoalannya mungkin memiliki latar belakang skill dan pendidikan profesional yang sama, mungkin organisasi yang satu lebih inovatif, efisien dan efektif dalam mencapai sasarannya daripada yang lain. Perbedaan tersebut sebagian besar karena pola-pola perilaku yang berkembang.
Hubungan Sikap Wirausaha Manajer dengan Partisipasi Anggota
Sikap wirausaha manajer memiliki hubungan yang signifikan dengan partisipasi anggota. Hasil pengujian menunjukan bahwa ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara sikap wirausaha manajer dengan partisipasi anggota dengan nilai korelasi sebesar 0,7579 atau 75,79 persen.
Tingkat hubungan antara kedua variabel tersebut dapat dikatakan sangat erat. Kondisi ini disebabkan bahwa sikap wirausaha manajer pada KUD di Jawa Barat untuk mempengaruhi partisipasi anggota secara umum dapat meningkatkan partisipasi anggota dan juga sebaliknya bahwa partisipasi anggota dapat meningkatkan sikap wirausaha manajer.
Sesuai dengan Teori keseimbangan Heider dalam Tri Dayakisni Hudaniah
(2003 : 101) bahwa sikap seseorang akan berkenaan dengan orang lain dan objek sikap serta akan membentuk suatu kombinasi yang akan menghasilkan hubungan yang seimbang. Elemen yang terlibat dalam hubungan dipersepsi saling memiliki yang berlangsung karena prinsip kesamaan, kedekatan dan pengalaman.
Hubungan antara sikap wirausaha manajer dan partisipasi sangat erat, hal ini menunjukkan bahwa kedua variabel itu sangat berkaitan dan keberadaannya sangat penting dalam perusahaan koperasi. Sikap wirausaha manajer baik positif, netral maupun negatif sangat kuat dan ada kecenderungan untuk berperilaku dan bertindak sesuai sikapnya.
Hanel (2005 : 131) menyatakan bahwa partisipasi anggota dapat dipertahankan dan meningkat, jika ada kesesuaian antara anggota dengan program, adanya kesesuaian antara program dengan kemampuan wirausaha manajer serta adanya kesesuaian antara wirausaha manajer dalam mengambil keputusan dengan permintaan anggota.
Pengaruh Sikap Wirausaha Manajer dan Partisipasi Anggota Terhadap Implementasi Strategi Pemasaran
Hasil pengujian Menunjukkan bahwa sikap wirausaha manajer dan partisipasi anggota secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap implementasi strategi pemasaran dengan besar pengaruh 68,90 persen. Hal ini menunjukkan bahwa 68,90 persen variasi impelementasi strategi pemasaran KUD di Jawa Barat di tentukan oleh variasi sikap wirausaha manajer dan partisipasi anggota. Sisanya 31,10 persen ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti, seperti gaya kepemimpinan pengurus, peran serta pemerintah, lingkungan, dan budaya masyarakat
Sikap wirausaha manajer dan partisipasi anggota merupakan faktor penting dalam implementasi strategi pemasaran. Temuan ini sesuai dengan pendapat Tri Dayakisni Hudaniah (2003 : 105) bahwa sikap seseorang pada suatu objek merupakan manifestasi dari kognitif, afektif dan konatif yang saling berinteraksi memahami, merasakan dan berperilaku. Dalam sikap yang positif reaksi seseorang terhadap suatu pekerjaan, maka mereka cenderung menyenangi dan melaksanakan pekerjaan tersebut.
Selanjutnya Lukman M. Baga (2003 : 13) menyatakan bahwa Peran seorang wirausaha koperasi berbeda dengan wirausaha pada umumnya. Wirausaha manajer koperasi tidak bekerja sendirian, melainkan bersama dengan anggotanya. Oleh karenanya, seorang wirausaha manajer merupakan seorang pemimpin. Pemimpin yang diikuti anggotanya, dan juga yang mengembangkan sumberdaya yang dimiliki anggotanya, termasuk sumberdaya manusia anggota untuk mengembangkan dan memanfaatkan peluang pasar yang tersedia.
Secara parsial bahwa sikap wirausaha manajer berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap implementasi strategi pemasaran sebesar 0,37,48. Keadaan ini mengindikasikan bahwa implementasi strategi pemasaran 37,48 persen ditentukan oleh sikap wirausaha manajer. Hal ini membuktikan bahwa variabel sikap wirausaha manajer merupakan faktor penting yang dapat memprediksi implementasi strategi pemasaran.
 Temuan ini sesuai dengan pendapat Bayu krisnamurthi (2002 : 6) bahwa Jiwa wirausaha koperasi mencerminkan jiwa perwira (unggul) yang tidak hanya bersifat inovatif, tapi juga memiliki kegigihan serta dedikasi tinggi terhadap bidang usaha yang digarap, percaya diri dan mampu mengkalkulasi resiko, sabar dan kreatif dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi. Selain itu wirausaha manajer harus dapat melayani kebutuhan untuk kegiatan usaha dan membantu menjual produksi yang mereka hasilkan. Marver dan Slatter (1998 : 13) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa untuk dapat unggul
bersaing di pasar, wirausaha manager harus melaksanakan 3 kegiatan yaitu orientasi konsumen, orientasi pesaing dan koordinasi antar fungsi. Orientasi pasar yang dilaksanakan koperasi agar dalam persaingan pasar bisa dipertahankan harga jual barang/jasa sedemikan rupa dengan tetap memperhatikan gerakan pesaing, bahkan ikut mengendalikan harga jual barang/jasa.
Secara parsial partisipasi anggota berpengaruh positif dan signifikan terhadap implementasi strategi pemasaran sebesar 0,5192, artinya variasi implementasi strategi pemasaran secara parsial 51,92 persen ditentukan oleh variasi partisipasi anggota. Hal ini membuktikan bahwa partisipasi anggota merupakan faktor penting dalam menentukan implementasi strategi pemasaran.
Hasil temuan ini sesuai dengan pendapat Hanel (2005 : 133) bahwa peningkatan pelayanan yang efisien melalui penyediaan barang dan jasa oleh perusahaan koperasi akan menjadi perangsang penting bagi anggota untuk turut memberikan kontribusinya bagi pembentukan dan pertumbuhan koperasi. Dalam hal ini intensitas perangsang yang dikehendaki para anggota itu, sangat berkaitan erat dengan seberapa jauh barang dan jasa tersebut memenuhi kebutuhan yang secara subyektif dirasakan oleh masing-masing anggota, sehingga dapat meningkatkan kepentingan rumah tangga, usaha tani atau unit usahanya.
Pengaruh Sikap Wirausaha Manajer, dan Partisipasi Anggota Terhadap Kinerja Usaha Koperasi.
Secara simultan, besarnya pengaruh variabel sikap wirausaha manajer dan partisipasi anggota terhadap kinerja usaha koperasi sebesar 85,56 persen, sedangkan sisanya sebesar 14,46 persen disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti, yang diduga dari faktor internal yaitu pengurus, faktor eksternal yaitu peran pemerintah dan pihak katalis koperasiHasil temuan ini menunjukkan bahwa sikap wirausaha manajer, dan partisipasi anggota merupakan faktor penting di dalam menentukan tinggi rendahnya kinerja usaha KUD di Provinsi Jawa Barat. Relatif tingginya pengaruh kedua variabel tersebut secara simultan terhadap kinerja usaha KUD, karena variabel sikap wirausaha manajer, dan partisipasi anggota merupakan faktor-faktor yang melekat pada individu manusia yang memiliki kaitan erat dengan pembentukan kinerja usaha koperasi yang ditunjukkan dengan nilai korelasi statistik antara variabel tersebut.
Hasil temuan ini didukung oleh hasil penelitian Pitman (2005) terhadap kinerja berbagai macam koperasi di Wisconsin (AS), yang menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja usaha koperasi yaitu sikap dan komitmen yang efektif dari manajer, selalu ada informasi yang lengkap dan up to date kepada anggota-anggotanya sehingga mereka akan meningkatkan partisipasinya, mengembangkan dan memperluas pasar untuk produk anggota dan memenuhi kebutuhan anggota serta mampu memposisikan produk di pasar sehingga dapat memenangkan persaingan. Keeling (2005 : 17) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa Tri-Valley Growers (TVG) dan the Rice Growers Association (RGA) yang merupakan koperasi besar di California tutup, terutama diakibatkan oleh kurangnya pendidikan dan pengawasan dari dewan pengurus; manajer yang tidak efektif; dan keanggotaan yang pasif.
 Secara parsial membuktikan adanya pengaruh yang signifikan secara positif antara variabel sikap wirausaha manajer terhadap kinerja usaha koperasi, dengan besarnya pengaruh sebesar 48,84 persen. Hasil pengujian ini mengandung arti bahwa kinerja usaha koperasi pada KUD di Provinsi Jawa Barat dipengaruhi oleh sikap wirausaha manajer. Hal ini mengindikasikan bahwa faktor sikap wirausaha manajer dalam peningkatan kinerja usaha koperasi memberikan peranan yang cukup penting.
Hasil temuan ini sesuai dengan pendapat Abu Ahmadi ( 2003:233) bahwa sikap sesorang akan menentukan perilaku, dan perilaku akan disesuaikan dengan perannya. Peran dapat mempengaruhi nilai-nilai dan akan mempertemukan harapan-harapan kelompoknya untuk mewujudkan tujuan yang telah disepakati. Selanjunya Tulus Tambunan (2007 : 19), menyatakan bahwa wirausaha manajer koperasi yang baik merupakan faktor krusial dalam menentukan keberhasilan usaha koperasi. Semakin baik sikap wirausaha manajer koperasi, maka semakin baik perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang diterima anggota.
Secara parsial, partisipasi angggota mempengaruhi kinerja usaha koperasi secara langsung sebesar 30,27 persen, sedangkan pengaruh tidak langsung yaitu melalui implementasi strategi pemasaran sebesar 17,43 persen, sehingga pengaruh totalnya sebesar 47,70 persen. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi anggota merupakan salah satu faktor penentu baik dan buruknya kinerja usaha koperasi.
Temuan ini sesuai dengan pendapat Prijadi Atmadja, (2004 : 5), bahwa pemberian manfaat bagi anggota dalam hal penyediaan barang dan jasa yang diperlukan dengan mudah dan harga yang menguntungkan. Dengan pelayanan koperasi yang memberikan manfaat atau nilai bagi anggota maka anggota akan berpartisipasi pada koperasi dalam bentuk memberikan simpanan yang akan menjadi modal koperasi, baik modal sendiri (simpanan pokok dan wajib) maupun modal luar (simpanan sukarela), dan partisipasi dalam bentuk transaksi yang menjadikan volume usaha koperasi dengan demikian kinerja koperasi akan meningkat.
Pengaruh Implementasi Strategi Pemasaran Produk Terhadap Kinerja Usaha Koperasi
Implementasi strategi pemasaran Produk memiliki pengaruh terhadap kinerja usaha koperasi sebesar 0,3423 atau 34,23 persen. Dengan demikian secara langsung implementasi strategi pemasaran memberikan pengaruh terhadap kinerja usaha koperasi. Hasil ini menunjukkan bahwa implementasi strategi pemasaran merupakan salah satu faktor penentu bagi baik dan buruknya kinerja usaha koperasi.
Hasil temuan ini didukung dengan pendapat Tulus Tambunan (2007 : 7) bahwa pada umumnya tujuan seorang produsen atau sebuah perusahaan, termasuk koperasi, adalah memperoleh keuntungan. Dalam upayanya mencapai tujuannya itu, wirausaha manajer koperasi tersebut melakukan banyak keputusan dan strategi pemasaran yang bisa diimpelementasikan setiap hari.
Peterson (2005 : 21), mengatakan bahwa koperasi harus memiliki keunggulan-keunggulan kompetitif dibandingkan organisasi-organisasi bisnis lainnya untuk bisa menang dalam persaingan. Salah satu yang harus dilakukan koperasi untuk bisa menang dalam persaingan adalah menciptakan efisiensi biaya. Pada koperasi produksi komoditas-komoditas pertanian, lewat anggota koperasi tersebut bisa melacak bahan baku yang lebih murah, sedangkan perusahaan non koperasi harus mengeluarkan biaya untuk mencari bahan baku murah.


KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Berdasarkan hasil uji statistik dan pembahasan, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :
1). Profil sikap wirausaha manajer, partisi-pasi anggota, implementasi strategi pemasaran produk dan kinerja usaha koperasi yaitu :
a) Sikap wirausaha manajer KUD di Jawa Barat kecenderungan sudah positif.
b) Partisipasi anggota baik partisipasi kontributif maupun partisipasi in-sentif pada KUD di Jawa Barat pa-da umumnya sudah aktif.
c) Implementasi strategi pemasaran produk pada KUD di Jawa Barat kecenderungan belum baik.
d) Kinerja usaha koperasi pada KUD di Jawa Barat pada umumnya sudah baik.

2). Sikap wirausaha manajer mempunyai hubungan yang erat dengan partisipasi anggota. Sikap wirausaha manajer dapat meningkatkan dan menurunkan tingkat partisipasi anggota dan juga sebaliknya tingkat partisipasi anggota dapat menentukan positif atau negatifnya sikap wirausaha manajer.

3). Sikap wirausaha manajer dan partisipasi anggota baik secara parsial maupun secara simultan berpengaruh terhadap implementasi strategi pemasaran.

4). Sikap wirausaha manajer dan partisipasi anggota baik secara parsial maupun secara simultan berpengaruh terhadap kinerja usaha KUD.

5).Implementasi strategi pemasaran berpengaruh terhadap kinerja usaha koperasi. Variasi implementasi strategi pemasaran menentukan variasi kinerja usaha koperasi pada KUD di Provinsi Jawa Barat.
Saran-Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka dapat disarankan hal-hal sebagai berikut :
1) Bagi Pengurus Koperasi, sebaiknya pengurus dengan pertimbangan utama memiliki jiwa kewirausahaan koperasi serta dalam melaksanakan usahanya diberi kebebasan dengan aturan yang jelas, sehingga manajer tidak hanya bersifat rutin namun melaksanakan kegiatan arbitrase dan kegiatan inovatif.
2) Bagi Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN), sebaiknya materi pendidikan dan pelatihan difokuskan pada kewirausahaan koperasi terutama untuk wirausaha manajer, dengan harapan ada perubahan sikap manajer dari kegiatan rutin mengarah ke arbitrase dan inovatif. .
3) Bagi Pemerintah, dalam pengukuran kinerja usaha koperasi, sebaiknya perlu dipertimbangkan dengan menggunakan konsep Balanced Scorecard yang dimodifikasi disesuaikan dengan karakteristik usaha koperasi seperti aspek promosi anggota, aspek keuangan, aspek bisnis internal dan aspek pendidikan.
4) Bagi Anggota, sebaiknya dapat meningkatkan partisipasinya baik partisipasi kontributif maupun partisipasi insentif yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan anggota.
5) Untuk penelitian lanjutan sebaiknya diteliti mengenai wirausaha anggota, birokrat dan wirausaha katalik serta perlu diteli mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi sikap wirausaha manajer dan partisipasi anggota.



Nama           : Tri Yusnia Efendi
Kelas/NPM : 2EB09/27211179
Tahun          : 2011-20012

REVIEW JURNAL EKONOMI KOPERASI 2(BAGIAN 1)

REVIEW 4 

PENGARUH SIKAP WIRAUSAHA MANAJAER DAN PARTISIPASI ANGGOTA TERHADAP IMPLEMENTASI STRATEGI PEMASARAN PRODUK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KINERJA USAHA KOPERASI



KARTIB BAYU


Kinerja usaha koperasi yang unggul terwujud jika sikap wirausaha manajer positif, tingkat partisipasi yang aktif dan strategi pemasaran dapat diimplementasikan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kejelasan mengenai profil sikap wirausaha manajer, partisipasi anggota, implementasi strategi pemasaran, dan profil kinerja usaha koperasi. Serta untuk memperoleh kejelasan hubungan sikap wirausaha manajer dan partisipasi anggota dan pengaruhnya terhadap implementasi strategi pemasaran dan implikasinya terhadap kinerja usaha koperasi. Metode penelitian yang digunakan descriptive research dan verificative research. Jenis data yang digunakan cross sectional, unit analisisnya Koperasi Unit Desa (KUD) dengan responden manajer 109 orang, pengurus 109 orang dan anggota 218 orang. Untuk menguji hipotesis digunakan statistik multivariat dengan alat uji Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sikap wirausaha manajer KUD di Jawa Barat kecenderungan sudah positif. Partisipasi kecenderungan sudah aktif. Implementasi strategi pemasaran kecenderungan belum baik. Kinerja usaha koperasi pada KUD di Jawa Barat kecenderungan sudah baik. Sikap wirausaha manajer mempunyai hubungan yang erat dengan partisipasi anggota. Sikap wirausaha manajer dan partisipasi anggota baik secara parsial maupun secara simultan berpengaruh terhadap implementasi strategi pemasaran. Sikap wirausaha manajer dan partisipasi anggota baik secara parsial maupun secara simultan berpengaruh terhadap kinerja usaha koperasi. Implementasi strategi pemasaran berpengaruh terhadap kinerja usaha koperasi
Keywords : Attitude, Manager Entrepreneurial, Member,s Participation, Imple-mentation of Marketing Strategy and Cooperative Business Performance.


PENDAHUUAN

Pembangunan koperasi di Jawa Barat, tidak terlepas dari dinamika pengembangan Koperasi Unit Desa (KUD). Dimana KUD ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat di pedesaan. Namun dengan berbagai
kendala yang dihadapi, KUD belum mampu mengangkat derajat perekonomian masyarakat di pedesaan dan masih tergolong lemah. Perbandingan keadaan KUD dan Non KUD di Provinsi Jawa Barat seperti pada Tabel 1.


Fenomena keberadaan KUD di tengah gerakan koperasi nasional sudah menonjol sejak awal orde baru. KUD yang banyak didukung oleh pemerintah merupakan pusat pelayanan masyarakat desa, mengemban tugas untuk meningkatkan status ekonomi pedesaan yang didukung dengan Inpres No. 4 Tahun 1973 tentang perubahan dari Badan Usaha Unit Desa (BUUD) menjadi Koperasi Unit Desa, yang bertugas untuk mengelola perekonomian di pedesaan. Koperasi-koperasi pedesaan yang yang mempunyai kegiatan usaha digabungkan dalam bentuk amalgamasi dengan tujuan bahwa dengan amalgamasi/penyatuan koperasi akan dapat menyeragamkan usaha-usaha koperasi di pedesaan.
Langkah-langkah pengembangan KUD disesuaikan lagi dengan dengan kebijakan pemerintah yang diatur dalam Inpres 2 Tahun 1978. yang insinya bahwa dalam wilayah satu kecamatan hanya terdapat satu KUD, terkecuali atas persetujuan menteri dapat didirikan lebih dari satu. Jika dalam wilayah kecamatan telah terdapat lebih dari satu KUD termasuk jenis koperasi lain, maka dilakukan penyatuan atau amalgamasi ke dalam bentuk KUD baru.
Dalam perkembangannya dikeluarkan lagi Inpres No. 4 Tahun 1984 yang isinya meliputi : 1). KUD dibentuk oleh warga desa dari suatu desa atau
sekelompok desa-desa yang disebut unit desa, yang dapat merupakan satu kesatuan ekonomi masyarakat terkecil. 2). Pengembangan KUD diarahkan agar KUD dapat menjadi pusat pelayanan kegiatan perekonomian di daerah pedesaan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional, dan dibina serta dikembangkan secara terpadu melalui program lintas sektoral.
Seiring dengan proses reformasi politik dan ekonomi, hak monopoli KUD di pedesaan dihapuskan dengan keluarkannya Inpres Nomor 18 Tahun 1998. Konsekuensinya, KUD dipaksa untuk mandiri dan sekaligus harus siap berkompetisi dengan pendatang baru pelaku ekonomi pedesaan lainnya, sehingga KUD yang mapan dan mandiri yang bisa bertahan, banyak KUD yang mengalami kesulitan. Pada KUD di Jawa Barat terkena dampaknya yaitu sebanyak 139 dari 586 unit KUD sampai dengan akhir Tahun 2006 menghentikan kegiatannya.
Jumlah dan keanggotaan KUD di Provinsi Jawa Barat merupakan terbanyak di Indonesia. Disamping itu KUD di Jawa Barat mampu menyerap tenaga kerja paling banyak diantara jenis koperasi yang ada. Kegiatan usaha KUD banyak bergerak pada sektor usaha primer di pedesaan seperti pertanian tanaman pangan, tanaman hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan sebagai basis perokonomian di pedesaan, sehingga peran dan keberhasilanKUD berdampak luas pada dinamika perekonomian masyarakat pedesaan.
Berdasarkan fenomena diatas maka permasalah dapat dirmuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana profil sikap wirausaha manajer, partisipasi anggota, implementasi strategi pemasaran dan kinerja usaha koperasi pada KUD di Jawa Barat.
2. Bagaimana hubungan sikap wirausaha manajer dan partisipasi anggota pada KUD di Jawa Barat.
3. Sejauh mana pengaruh sikap wirausaha manajer dan partisipasi anggota terhadap implementasi strategi pemasaran baik secara parsial maupun secara simultan pada KUD di Jawa Barat.
4. Sejauhmana pengaruh sikap wirausaha manager dan partisipasi anggota terhadap kinerja usaha koperasi baik secara parsial maupun secara simultan pada KUD di Jawa Barat.
5. Sejauhmana pengaruh implementasi strategi pemasaran terhadap kinerja usaha koperasi pada KUD di Jawa Barat.

METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif (descriptive research) dan penelitian verifikatif (verificative research). Unit analisisnya Koperasi Unit Desa (KUD) di Provinsi Jawa Barat. Unit observasinya adalah manajer, pengurus dan anggota. Penentuan lokasi sampel dilakukan dengan cluster random sampling, sedangkan penentuan unit analisis (KUD) dilakukan dengan rancangan acak sederhana (simple random sampling). Ukuran sampel keseluruhan Manajer 109 responden, pengurus 109 responden, dan anggota sebanyak 218 Responden, total 436 orang responden. Untuk pengujian dan pengolahan data dialalukan dengan analisis dskriptif dan menggunakan analisis Structural Equation Model (SEM).


Nama           : Tri Yusnia Efendi
Kelas/NPM : 2EB09/27211179
Tahun          : 2011-20012



REVIEW JURNAL EKONOMI KOPERASI 1(BAGIAN 3)


REVIEW 3


APLIKASI PEMBANTU PEMBAGIAN SISA HASIL USAHA 
(Studi Kasus Pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia "Dian" kota Malang)

Program Studi Komputerisasi Akuntansi Politeknik Telkom Bandung
2011 



3. ANALISIS KEBUTUHAN DAN PERANCANGAN

3.1 Kebutuhan Perangkat Keras
Perankat keras yang dibutuhkan adalah PC yang terhubung dengan jaringan internet dengan spesifikasi tertentu yang akan dijelaskan pada bab selanjutnya.

3.2 Kebutuhan Perangkat Lunak
Aplikasi yang harus diinstall antara lain adalah browser dan server untuk database.

3.3 Perancanan
3.3.1 Kebutuhan Sistem
Berikut ini merupakan spesifikasi minimum perangkat keras yang dibutuhkan dalam instalasi aplikasi ini:
a. Processor Intel® Pentium III Processor T5270-1 GHz
b. Memory(RAM) 512MB DDR2
c. Hardisk 80GB HDD
d. Display 14.1"WXGA
e. Graphic VRAM Intel GMA X3100 Shared Spesifikasi perangkat lunak yang dibutuhkan dalam membangun aplikasi ini adalah:
a. Sistem Operasi : Windows XP
b. XAMPP (di dalamnya terdapat server Apache dan DBMSMySQL)
c. Browser : (Internet Explorer/ Mozilla Firefox/ Google Chrome)

3.4 Perancangan dan Implementasi
3.4.1 Perancangan Sistem

Gambar 3.2 Flow Chart Usulan Sistem

a. Calon anggota mendaftar sebagai anggota KPRI ”DIAN” Kota Malang
b. Sekretaris mencatat data anggota yang mendaftar
c. Anggota wajib membayar simpanan pokok dan simpanan wajib yang jumlahnya telah ditentukan.
Pembayaran dapat secara tunai maupun dipotong dari gaji.
d. Bendahara mencatat setiap simpanan yang dilakukan oleh anggota.
e. Data tersebut disimpan.
f. Setiap anggota KPRI ”DIAN” Kota Malang dapat melakukan peminjaman, anggota yang akan melakukan peminjaman dapat langsung menghubungi bendahara.
g. Bendahara mencatat setiap pemberian piutang yang diberikan kepada anggota.
h. Data tersebut disimpan.
i. Anggota dapat melakukan cicilan untuk membayar pinjamannya. Bunga yang dikenakan adalah tarif flat yaitu sebesar 1,5% perbulan.
j. Bendahara mencatat setiap pembayaran yang dilakukan oleh anggota.
k. Data Transaksi Piutang dipanggil ketika Transaksi Pembayaran akan dicatat.
l. Data tersebut disimpan.
m. Data pinjaman, simpanan, dan transaksi piutang akan akan dijurnal secara otomatis.
n. Hasil dari proses 13 adalah jurnal transaksi.
o. Data pendapatan yang diperoleh dari toko dan data pengeluaran-pengeluaran lainnya akan dijurnalkan  secara manual.
p. Hasil dari proses “o” adalah jurnal transaksi.
q. Rancangan pembagian SHU tersebut akan dilaporkan kepada Ketua KPRI ”DIAN” Kota Malang untuk disetujui dan disampaikan dalam RAT.
r. Transaksi yang telah ada jurnalnya langsung diposting ke buku besar secara otomatis.
s. Sementara itu, data anggota disimpan dalam satu basis data.
t. Data anggota dan data yang telah diposting ke buku besar akan menjadi dasar pembuatan laporan-laporan yang diperlukan.
u. Semua laporan disampaikan dalam RAT. Data Anggota tersebut akan dilaporkan kepada Ketua KPRI ”DIAN” Kota Malang untuk disetujui dan disampaikan dalam RAT.
v. Semua laporan disampaikan dalam RAT. Pihak-pihak yang terkait dalam proses bisnis tersebut adalah:

a. Anggota KPRI ”DIAN” Kota Malang
b. Sekretaris KPRI ”DIAN” Kota Malang
c. Bendahara KPRI ”DIAN” Kota Malang
d. Ketua KPRI ”DIAN” Kota Malang


3.4.2 Perancangan Antarmuka

 
3.4.3 Perancangan Basis Data




4. IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

4.1 Implementasi
4.1.1 Implementasi File Basisdata
Langkah implementasi pertama yang dilakukan adalah pengimplementasian rancangan basis data
yang telah dibuat ke dalam basis data MySQL.
Rancangan basis data tersebut menghasilkan tabel-tabel dalam basis data. Setelah tabel terbentuk, dilakukan pengisian data awal. Data ini igunakan untuk pengujian SQL yang digunakan. Dengan data awal yang telah
diisikan, dijalankan SQL untukmengambil data yang dibutuhkan oleh aplikasi.
Adapun tabel-tabel yang terbentuk dalam basis data antara lain:
a. Tabel Anggota (berisi data anggota)
b. Tabel SimpananType (besrisi jenis-jenis simpanan)
c. Tabel SimpananTrans (berisi data transaksi simpanan)
d. Tabel PinjamanTrans (berisi data transaksi pinjaman)
e. Tabel PembayaranTrans (berisi data transksi pembayaran atas simpanan)
f. Tabel GLTransHdr (berisi data jurnal yang dibentuk atas setiap transaksi yang terjadi)
g. Tabel GLTrDtl (berisi detail jurnal yang terbentuk dari transaksi)
h. Tabel GLCOA (berisi daftar akun)
i. Tabel GLBalance (berisi saldo setiap akun)
j. Tabel Period (berisi periode-periode
akuntansi)





4.1.2 Implementasi Antar Muka
Setelah dipastikan basis data dapat menyimpan dan menampilkan data-data yang dibutuhkan oleh pengguna, kemudian dibangun tampilan antarmuka. Antarmuka menjembatani pengguna dengan basis data sekaligus melindungi data dalam basis data dari kerusakan karena kesalahan pengguna.
Antarmuka dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu antarmuka input dan antarmuka output. Pada antarmuka input, pengguna memasukkan data ke dalam basis data, sedangkan dalam antarmuka output, pengguna dapat melihat data yang telah dimasukkan ke dalam basis data.
Form masukan yang dibuat antara lain adalah:
a. Form masukan anggota
b. Form masukan akun
c. Form masukan simpanan
d. Form masukan pinjaman
e. Form Masukan Pembayaran
f. Form masukan jurnal


Form keluaran yang dibuat adalah:
a. Jurnal
b. Saldo Setiap Akun
c. Perhitungan SHU
d. Rencana Pembagian SHU
e. Pembagian SHU
f. Sisa Piutang Setiap Anggota


4.2 Pengujian
Pengujian dilakukan untuk memasikan bahwa aplikasi telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Pengujian meliputi pengujian proses dan pengujian fungsionalitas. Pengujian fungsionalitas menguji apakah menu-menu yang terdapat pada aplikasi bekerja dengan benar atau tidak. Dalam pengujian proses, dicek apakah hasil proses menghasilkan keluaran yang benar atau tidak.
Contoh perhitungan SHU secara manual:
1. Penjualan 19319800.00
2. Harga Pokok Penjualan 15902600.00
3. Laba Penjualan Barang (1-2) 3417200.00
4. Pendapatan Bunga 46243782.00
5. Pendapatan Lain-lain
6. SHU dari PKPRI 1232465.00
7. Bunga bank 232335.00
8. Denda Pinjaman 0.00
9. Jumlah Pendapatan lain-lain (6+7+8) 1464800.00
10. Jumlah pendapatan (3+9) 51125782.00
11. BEBAN
12. Organisasi dan pembinaan 10831500.00
13. Operasional 6300589.00
14. Administrasi dan umum 6810500.00
15. Penyusutan 35000.00
16. Jumlah beban (11+12+13+14+15) 23977589.00
17. SHU SEBELUM PAJAK (10-16) 27148193.00
18. Pajak 1532134.00
19. SHU SETELAH PAJAK (20+21) 25616059.00
4.2.1.2 Perhitungan Melalui Aplikasi



Nama           : Tri Yusnia Efendi
Kelas/NPM : 2EB09/27211179
Tahun          : 2011-20012







REVIEW JURNAL EKONOMI KOPERASI 1(BAGIAN 2)


REVIEW 2 


APLIKASI PEMBANTU PEMBAGIAN SISA HASIL USAHA 
(Studi Kasus Pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia "Dian" kota Malang)

Program Studi Komputerisasi Akuntansi Politeknik Telkom Bandung
2011 



2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Koperasi

Koperasi menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 tahun1992, koperasi merupakan usaha kekeluargaan dengan tujuan menyejahterakan anggotanya. Koperasi merupakan jenis badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum dan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
Koperasi secara umum dapat dikelompokkan menjadi koperasi konsumen, koperasi produsen dan koperasi kredit (jasa keuangan). Koperasi dapat pula dikelompokkan berdasarkan sektor usahanya.
a. Koperasi Simpan Pinjam
Koperasi Simpan Pinjam adalah koperasi yang bergerak di bidang simpanan dan pinjaman.
b. Koperasi Konsumen
Koperasi Konsumen adalah koperasi beranggotakan para konsumen dengan menjalankan kegiatannya jual beli menjual barang konsumsi.
c. Koperasi Produsen
Koperasi Produsen adalah koperasi beranggotakan para pengusaha kecil menengah(UKM) dengan menjalankan kegiatan pengadaan bahan baku dan penolong untuk anggotanya.
d. Koperasi Pemasaran
Koperasi Pemasaran adalah koperasi yang menjalankan kegiatan penjualan produk/jasa koperasinya atau anggotanya.
e. Koperasi Jasa
Koperasi Jasa adalah koperasi yang bergerak di bidang usaha jasa lainnya.
f. Koperasi Fungsional
Koperasi Fungsional adalah koperasi yang berdiri dibawah suatu instansi

Adapun modal koperasi terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman. Modal sendiri meliputi:
a. Simpanan Pokok
Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Simpanan pokok tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi. Simpanan pokok jumlahnya sama untuk setiap anggota.
b. Simpanan Wajib
Simpanan wajib adalah jumlah simpanan tertentu yang harus dibayarkan oleh anggota kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu, misalnya tiap bulan dengan jumlah simpanan yang sama untuk setiap bulannya. Simpanan wajib tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi.
c. Simpanan khusus/lain-lain misalnya Simpanan sukarela (simpanan yang dapat diambil kapan saja), Simpanan Qurba, dan Deposito Berjangka.
d. Dana Cadangan
Dana cadangan adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa Hasil usaha, yang dimaksudkan untuk pemupukan modal sendiri, pembagian kepada anggota
yang keluar dari keanggotaan koperasi, dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.
e. Hibah
Hibah adalah sejumlah uang atau barang modal yang dapat dinilai dengan uang yang diterima dari pihak lain yang bersifat hibah/pemberian dan tidak mengikat.
Adapun modal pinjaman koperasi berasal dari:
a. Anggota dan calon anggota
b. Koperasi lainnya dan/atau anggotanya yang didasari dengan perjanjian kerjasama antarkoperasi
c. Bank dan Lembaga keuangan bukan bank
d. Lembaga keuangan lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perudang-undangan yang berlaku
e. Penerbitan obligasi dan surat utang lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
f. Sumber lain yang sah
Ketua bertanggung jawab untuk mengendalikan seluruh kegiatan koperasi, memimpin, mengoordinir dan mengontrol jalannya aktivitas koperasi dan bagian-bagian yang ada di dalamnya, menerima laporan atas kegiatan yang dikerjakan oleh masing-masing bagian, menandatangani surat-surat penting, memimpin rapat anggota tahunann dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban akhir tahunkepada anggota serta mengambil keputusan atas hal-halyang dianggap penting bagi kelancaran kegiatan koperasi.
Sekretaris bertanggung jawab untuk membantu ketua dalam elaksanaan kerja, menyelenggarakan kegiatan surat menyurat dan ketatausahaan koperasi, mencatat tentang kemajuan atau kelemahan yang terjadi di koperasi dan menyampaikan hal-hal penting kepada ketua.
Bendahara bertugas untuk merencanakan anggaran belanja dan pendapatan koperasi, memelihara semua harta kekayaan koperasi, membukukan transaksi, pengisian saldo kas dan melakukan cash opname.


2.2 Sisa Hasil Usaha (SHU)

Menurut pasal 45 ayat (1) UU No. 25/1992, Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi biaya, penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.
SHU dibayarkan secara tunai sementara penetapan besarnya pembagian kepada para anggota dan jenis serta jumlahnya ditetapkan oleh Rapat Anggota Tahunan (RAT). Besarnya SHU yang diterima oleh setiap anggota akan berbeda, tergantung besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi. Semakin besar transaksi (usaha dan modal) anggota dengan koperasinya, maka semakin besar SHU yang akan diterima.

2.3 Akuntansi

Warren (2008:3) menjelaskan bahwa akuntansi adalah sebuah sistem informasi yang memberikan laporan kepada pengguna mengenai aktivitas ekonomi dan keadaan sebuah bisnis. Sementara itu, Keyso (2006: 3) menyatakan bahwa karakteristik akuntansi adalah pengidentifikasian, pengukuran dan mengomunikasian informasi keuangan mengenai satu entitas ekonomi kepada pihak-pihak yang terkait. Akuntansidapat juga didefinisikan sebagai kegiatan mengukur, mencatat, mengikhtisarkan hingga melaporkan keadaan keuangan dalam satu perusahaan kepada pihak-pihak yang terkait.

2.4 Akuntansi Koperasi

Sebagaimana halnya perusahaan yang berbentuk PT, CV, dan Firma, Koperasi juga membutuhkan jasa akuntansi, baik untuk mengolah data-data keuangan guna menghasilkan informasi keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi maupun untuk meningkatkan mutu pengawasan terhadap praktik pengelolaan koperasi.
Koperasi mencatat transaksi-transaksi keuangan yang terjadi di koperasi yang bersangkutan dengan aktiva, utang, modal, pendapatan maupun biaya. Untuk mempermudah koperasi dalam melakukan pencatatan, biasanya digunakan buku jurnal. Dalam pencatatan ini juga dibutuhkan rekening sebagai media atau alat Bantu untuk mencatat transaksi-transaksi keuangan yang berkaitan dengan aktiva, utang, penghasilan dan biaya sebagai dasar dalam penyusunan laporan keuangan.
Pendapatan koperasi yang berasal dari transaksi dengan anggota dengan non anggota diakui sebagai pendapatan (penjualan) dan dilaporkan terpisah dari partisipasi anggota dalam laporan perhitungan hasil usaha sebesar nilai transaksi dengan non-anggota diakui sebagai laba atau rugi kotor dengan non-anggota.
Beban usaha dan beban-beban perkoperasian harus disajikan terpisah dalam laporan perhitungan hasil usaha. Beban perkoperasian adalah beban-beban yang dikeluarkan oleh badan usaha koperasi yang tidak dikeluarkan oleh badan usaha dengan bentuk lain.
Pendapatan dan beban bunga yang timbul diakui secara accrual (accrual basis) kecuali pendapatan dari kredit dan aktiva produktif lainnya yang “non performing”. Pendapatan dari aktiva yang non performing hanya boleh diakui apabila pendapatan tersebut benar-benar telah diterima.
Beban bunga terdiri atas beban bunga dan beban lain yang dikeluarkan secara langsung dalam rangka penghimpunan dana tersebut seperti hadiah, premi, atau diskonto dari kontrak berjangka dalam rangka pendanaan (funding).
Bagian bunga dalam pembayaran yang diterima diakui sebagai pendapatan pada saat kas diterima dan jumlah total pembayaran yang diterima diakui sebagai penerimaan dari penjualan kredit.
Simpanan anggota yang tidak berkarakteristik sebagai ekuitas diakui sebagai kewajiban jangka pendek atau jangka panjang sesuai dengan tanggal jatuh temponya sedangkan simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan lain yang memiliki karakteristik yang sama dengan simpanan pokok atau simpanan wajib diakui sebagai ekuitas koperasi dan dicatat sebesar nilai nominalnya.
Cadangan adalah bagian dari sisa hasil usaha yang disisihkan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar atau ketetapan rapat anggota. Pembentukan cadangan dapat ditujukan antara lain untuk pengembangan koperasi, menutup resiko kerugian, dan pembagian kepada anggota yang keluar dari keanggotaan koperasi. Tujuan penggunaan cadangan tersebut harus dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan.
Setiap akhir periode, koperasi menyusun neraca saldo sebagai alat Bantu dalam penyusunan laporan keuangan. Neraca saldo tersebut merupakan daftar saldo rekening yang terdapat dalam buku besar.
Tahap akhir dari proses akuntansi adalah penyusunan laporan keuangan, dimulai dengan pembuatan jurnal penyesuaian, menyusun neraca lajur, dan memisahkan rekening-rekening ke dalam neraca dan laporan rugi laba. Setelah itu memindahkan laba atau rugi ke dalam laporan perubahan modal.
Laporan keuangan koperasi yang umum disajikan adalah Laporan Sisa Hasil Usaha dan Neraca. Laporan Sisa Hasil Usaha menggambarkan hasil-hasil usaha yang dicapai kopersi dalam satu periode operasi. Sedangkan neraca adalah laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan yaitu aktiva, utang dan modal koperasi pada suatu saat tertentu.

2.5 Piutang

Piutang adalah salah satu jenis transaksi akuntansi yang mengurusi penagihan konsumen yang berhutang pada seseorang, suatu perusahaan, atau suatu organisasi untuk barang dan layanan yang telah diberikan pada konsumen tersebut. Pada sebagian besar entitas bisnis, hal ini biasanya dilakukan dengan membuat tagihan dan mengirimkan tagihan tersebut kepada konsumen yang akan dibayar dalam suatu tenggat waktu yang disebut termin kredit atau pembayaran.

2.6 Jurnal

Dalam akuntansi, jurnal adalah semua transaksi keuangan suatu badan usaha atau organisasi yang dicatat dan bertujuan untuk pendataan jumlah transaksi, nama-nama transaksi, dan waktu transaksi berjalan. Jurnal dikenal juga sebagai buku pemasukan utama karena menjadi tempat terjadinya pencatatan transaksi pertama kali.
Secara umum, jurnal dibagi menjadi dua kelompok, yaitu jurnal khusus dan jurnal umum. Jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan khusus untuk mencatat kelompok transaksi-transaksi yang sejenis. Pengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis bergantung pada aktivitas perusahaan yang bersangkutan.
Meskipun telah disediakan jurnal-jurnal khusus, perusahaan tetap membutuhkan jurnal umum yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat di dalam jurnal khusus, dan juga untuk keperluan membuat jurnal penyesuaian, jurnal penutupan dan koreksi pembukuan.
Jurnal khusus yang digunakan di KPRI “DIAN” Kota Malang adalah:

a. Jurnal Simpanan
Jurnal ini digunakan untuk mencatat setiap transaksi simpanan yang dilakukan oleh anggota. Jurnal ini berupa jurnal penerimaan kas dengan akun jenis-jenis simpanan sebagai kontra akunnya.
1) Jurnal ketika menerima setoran simpanan pokok:
Debet: Kas (A-01)
Kredit: Simpanan Pokok Anggota (G-01)
2) Jurnal ketika menerima setoran simpanan wajib:
Debet: Kas (A-01)
Kredit: Simpanan Wajib Anggota (G-02)
3) Jurnal ketika menerima setoran simpanan sukarela:
Debet: Kas (A-01)
Kredit: Simpanan Sukarela Anggota (G-03)

b. Jurnal Piutang
Jurnal ini digunakan untuk mencatat setiap transaksi pemberian piutang kepada anggota. Jurnal ini berupa jurnal pengeluaran kas dengan akun piutang simpanan sebagai kontra akunnya:
Debet: Piutang Uang(A-03)
Kredit: Kas (A-01)

c. Jurnal Pembayaran
Jurnal ini digunakan untuk mencatat setiap transaksi pembayaran piutang oleh anggota. Jurnal ini berupa jurnal pemasukan kas dengan akun piutang simpanan sebagai kontra akunnya.
Debet: Kas (A-01)
Kredit: Piutang Uang(A-03)


2.7 Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
a. Neraca
b. Laporan laba rugi
c. Laporan perubahan ekuitas
Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana
d. Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan


2.8 Pemrograman Terstruktur

Sismoro (2005:85) menyatakan bahwa pemrograman terstruktur adalah pemrograman yang menitikberatkan pada pemecahan masalah yang kompleks hingga menjadi masalah yang sederhana yang disebut dengan modul. Pemrograman terstrukturberorientasi pada proses, sehingga perancangan maupun implementasinya lebih menitikberatkan kepada proses bisnis yang digambarkan dalam diagram alir (flowchart) maupun diagram aliran data (Data Flow Diagram/ DFD).


2.9 Basis Data

Basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (DBMS).
Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah Layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel.


2.10 PHP

PHP: Hypertext Preprocessor adalah bahasa skrip yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML. PHP banyak dipakai untuk memrogram situs web dinamis. PHP dapat digunakan untuk membangun sebuah CMS.
di perpustakaan tersebut (Supardi 2006).



Nama           : Tri Yusnia Efendi
Kelas/NPM : 2EB09/27211179
Tahun          : 2011-20012

REVIEW JURNAL EKONOMI KOPERASI 1(BAGIAN 1)

APLIKASI PEMBANTU PEMBAGIAN SISA HASIL USAHA 
(Studi Kasus Pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia "Dian" kota Malang)

Program Studi Komputerisasi Akuntansi Politeknik Telkom Bandung
2011 

REVIEW 1
Ekonomi Koperasi

ABSTRAK

Pembagian sisa hasil usaha (SHU) adalah salah satu hal terpenting dalam harus disajikan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi. Karena itu, perhitungan hasil usaha yang menjadi dasar penetapan SHU harus dilaksanakan secara tepat dan akurat. Untuk memenuhi kebutuhan akan aplikasi yang dapat membantu penentuan SHU pada KPRI “DIAN” Kota Malang, maka diusulkan maka diusulkan Aplikasi Pembantu Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) untuk membantu penentuan SHU yang akan dibagikan kepada setiap anggota KPRI “DIAN” Kota Malang setiap akhir periode dengan berbasis web yang dapat diakses dari mana pun.
Dalam menjalankan kegiatannya, Koperasi, sebagaimana badan usaha lain melaksanakan siklus akuntansi. Siklus akuntansi pada KPRI ”DIAN” Kota Malang dapat dikategorikan dalam 4 bidang utama, yaitu bidang simpanan, pinjaman dan pembayaran. Transaksi-transaksi tersebutlah yang mempengaruhi besarnya SHU yang akan diterima oleh setiap anggota. Karenha itu, transaksi tersebut harus dicatatat secara akurat untuk menghindari kesalahan yang fatal.
Untuk mencegah kesalahan tersebut, dilakukan otomatisasi pencatatatan. Otomatisasi ini akan mengurangi penginputan data yang sama secara berulang sehingga kesalahan data dapat dihindarkan. Untuk itu, akan dibangun aplikasi yang akan melakukan perhitungan SHU yang akan dibagikan kepada setiap anggota secara otomatis. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu kinerja pengurus dalam melakukan pembagian SHU kepada setiap anggota.
Kata kunci: Koperasi, SHU, Web

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Koperasi adalah salah satu jenis badan usaha yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi yang merupakan salah satu gagasan Muhammad Hatta untuk memajukan ekonomi Indonesia. Sulaeman (2010:178) mengutip pernyataan Drs. Muhammad Hatta bahwa dalam koperasi, terkandung semangat kebersamaan dan kesadaran pribadi untuk kesejahteraan bersama. Hal tersebut tercermin antara lain dalam perputaran modal koperasi yang diperoleh dari simpanan anggota, dan keuntungan yang diperoleh pun nantinya akan dibagikan kembali kepada setiap anggota perdasarkan partisipasinya terhadap koperasi.
Keanggotaan koperasi bersifat sukarela, dan di antara anggota-anggota tersebut nantinya dalam rapat anggota akan ada yang dipilih sebagai pengurus, walaupun tidak menutup kemungkinan pengurus diangkat dari luar anggota koperasi karena alasan profesionalitas. Salah satu kewajiban pengurus sesuai dengan Pasal 35 Undang-undang No.25 tahun 1992 dan Pasal 20 ayat 3 Anggaran Dasar Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “DIAN” Kota Malang adalah menyusun dan menyampaikan Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus dan Pelaksanaan Rencana Kerja (RK)- Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) yang diamanatkan dalam forum Rapat Anggota Tahunan (RAT). Penyajian Laporan Pengurus dalam RAT yang merupakan forum tertinggi bagi anggota, diharapkan dapat memberikan gambaran dan
penilaian kepada anggota tentang keberadaan perkembangan KPRI “DIAN” Kota Malang secara menyeluruh baik untuk bidang organisasi, manajemen, permodalan, usaha dan kegiatan lainnya. Salah satu hal terpenting dalam Laporan Pengurus yang disajikan dalam RAT adalah Laporan di bidang keuangan yang di dalamnya melaporkan mengenai perhitungan hasil usaha dan rencana pembagian sisa hasil usaha (SHU)
yang akan diterima oleh setiap anggota koperasi. Karena itu, perhitungan hasil usaha yang menjadi dasar penetapan SHU harus dilaksanakan secara tepat dan akurat. Selama ini, perhitungan hasil usaha yang menjadi dasar penetapan SHU di KPRI “DIAN” Kota Malang dilakukan menggunakan aplikasi Microsoft Excel karena dianggap mudah digunakan. Namun, di sisi lain penggunaan aplikasi Microsoft Excel dalam penetapan SHU KPRI “DIAN” Kota Malang memiliki kekurangan yaitu Bendahara yang bertanggung jawab atas perhitungannya harus sangat teliti terhadap rawannya duplikasi dan kesalahan data, terutama ketika memindahkan data dari transaksi ke buku besar. Dengan sumber daya manusia yang hanya satu orang, hal ini cukup merepotkan terutama dalam perhitungan di akhir periode kepengurusan. Untuk memenuhi kebutuhan akan aplikasi yang dapat membantu penentuan SHU pada KPRI “DIAN” Kota Malang dengan lebih akurat dan dapat meringankan kerja Bendahara, maka diusulkan Aplikasi Pembantu Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) untuk membantu penentuan SHU yangakan dibagikan kepada setiap anggota KPRI “DIAN” Kota Malang setiap akhir periode. Aplikasi yang diusulkan ini dibuat dengan menggunakan PHP dan basis data MySQL.

1.2 Rumusan Masalah
a. Bagaimana proses pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) KPRI “DIAN” Kota Malang?
b. Bagaimana pembuatan aplikasi yang dapat membantu menentukan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang akan dibagikan kepada setiap anggota KPRI “DIAN” Kota Malang?

1.3 Tujuan
Membuat aplikasi yang dibutuhkan untuk dapat membantu menentukan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang akan dibagikan kepada setiap anggota KPRI “DIAN” Kota Malang berbasis web.

1.4 Batasan Masalah
a. Input transaksi lain yang diperlukan selain pembayaran simpanan, peminjaman dana dan pembayaran pinjaman KPRI “DIAN” Kota Malang dilakukan secara manual oleh user, yaitu Bendahara KPRI “DIAN” Kota Malang.
b. Aplikasi ini tidak membahas mengenai cara pembayaran pinjaman maupun simpanan.
c. Aplikasi ini tidak tidak termasuk cara penghitungan pajak yang dikenakan atas transaksi maupun pihak-pihak yang terlibat dalam tramsaksi.
d. Aplikasi ini tidak membahas mengenai pengelolaan persediaan maupun penjualan atau proses bisnis yang terjadi pada toko KPRI “DIAN” Kota Malang.

1.5 Metodologi Pengerjaan
Metode yang digunakan untuk mengerjakan proyek akhir ini adalah metode Software Development Life Cycle (SDLC) dengan model waterfall:

                                 Gambar 1.1 SDLC Model Waterfall


a. Tahap Penetapan Kebutuhan
Manfaat dari tahap ini adalah untuk menentukan permasalahan dan kebutuhan yang timbul. Tahapan ini dilakukan dengan cara:
1) Meminta contoh data simpanan dan pinjaman yang dilakukan oleh anggota KPRI “DIAN” Kota Malang, contoh laporan keuangan yang menjadi dasar pembagian SHU serta melakukan Tanya jawab kepada pengurus KPRI “DIAN” Kota Malang untuk memahami proses bisnis yang sedang berjalan.
2) Studi kepustakaan dengan membaca dan memahami buku-buku referensi yang menunjang pembuatan proyek akhir ini.

b. Tahap Analisis
Pada tahapan ini,dilaksanakan kegiatan-kegiatan mempelajari lebih dalam sistem yang sedang berjalan, kemudian membuat suatu konsepsi dan usulan mengenai sistem yang akan dibangun. Dalam tahap ini juga akan disusun perangkat keras dan perangkat lunak yang dibutuhkan oleh sistem yang akan dibangun.

c. Tahap Perancangan
Dalam tahap ini sebagian besar kegiatan yang berorientasi ke komputer dilaksanakan. Spesifikasi perangkat keras dan perangkat lunak yang telah disusun dalam tahap sebelumnya ditinjau kembali dan disempurnakan. Rencana pembuatan program dilaksanakan. Selain itu, dilaksanakan juga rencana pengujian program. Dalam tahap ini, pemakai sistem mulai dilatih untuk menggunakan sistem yang baru hingga akhirnya pemakai dapat menggunakan sistem dengan penuh dan dapat dilakukan uji sistem secara menyeluruh.

d. Tahap Implementasi
Dalam tahap ini terdapat prosedur untuk menyelesaikan desain sistem yang ada, menginstall dan menggunakan sistem yang baru dibuat.

e. Tahap Pengujian
Dalam tahap ini, sistem yang dibuat diuji untuk mengetahui kemampuan sistem dalam memenuhi kebutuhan.

f. Tahap Pemeliharaan
Dalam tahap ini, diadakan eveluasi terhadap sistem, untuk mengetahui tingkat kebutuhan yang telah terpenuhi oleh sistem serta kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi sehingga sistem dapat dikembangkan menjadi lebih baik.



Nama           : Tri Yusnia Efendi
Kelas/NPM : 2EB09/27211179
Tahun          : 2011-20012

Jumat, 29 Juni 2012

TUGAS 3 LABINTDAS

Tugas yg ke 3 yg di kasih Ahmad Fauzi atau kak uzi di labintdas yg singkatan dari Laboratorium Internet Dasar itu di suruh bikin portofolio


Nama lengkap Tri Yusnia Efendi biasa di panggil anind tapi sebenernya temen" dari SD sampe SMP kebanyakan manggil  nia
lahir di Timor-timur 1 januari 1993 tapi berhubung waktu itu ada perang dan saya belum sempet di bikinin akte kelahiran
akhirnya nenek saya yg bikin dan itu berubah jadi Lamongan 1 januari 1994, lebih muda setahun yaa hehe
tapi semua dokumen ikut"an berubah semua jadi 1 januari 1994

Anak ke 3 dari tiga bersaudara, anak bontot dan semuanya itu perempuan sampe keponakan pun perempuan, eh ada deh yg laki-laki itu bapa saya :D
saya SD di SDN Jatisari Insya Allah ga salah ya namanya, kecuali kalo itu sekolah sekarang ganti nama
SMP di SMPN 1 cisoka, pasti jarang yg tau yaa, waktu di SMP saya pernah gabung di OSIS loh ya tapi saya lupa itu waktu itu jabatannya apa, yg penting saya selalu dateng waktu rapat osis



dan SMA saya di SMK PGRI 1 Balaraja, Tangerang
di SMA itu banyak banget cerita" dari mulai yg manis semanis manisnya sampe pahit se pahit pahit pahitnya tuh ada banget panjang banget kalo mau di ceritain deh

kenapa masuk Gunadarma?
oke sebenernya dulu ga kepikiran kalo mau kuliah disini, awalnya sempet di suruh ikut SNMPTN sama ortu tapi berhubung ga terlalu minat sama kampus yg di tuju akhirnya pas ngisi jawabannya pun asal"an hehe
pas hari H pengumuman dan tau kalo ga di terima, akhirnya saya mutusin buat nunda satu tahun dulu sambil bantu" orang tua di warung, kebetulan tetangga juga kuliah di Gunadarma akhirnya saya milih buat kuliah disana deh :D